Kamis, 10 April 2014

Pameran Seni Rupa "Guru Seni Berlari"

Yuk ! Rame-rame kita apresiasi acara ini, Pameran Seni Rupa - Karya Guru Seni Budaya "Guru Seni Berlari", 11-28 April 2014 di Galeri Nasional Indonesia. Opening pameran tanggal 11 April 2014 jam 19.30. Untuk info detail, lihat poster berikut :


*terbuka untuk umum (free)

Lomba Desain Furniture 2014 oleh Disperindag

Bagi sahabat seni yang belom sempat mendengar kabar Lomba Desain Furniture 2014 yang lalu, masih berkesempatan untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini. Untuk info lebih lanjut, silahkan download poster berikut :


Lomba Desain Mural "Negeri Damai dengan Seni"

Para insan kreatif Indonesia, silahkan mengikuti LOMBA DESAIN MURAL yang bertema "Negeri Damai dengan Seni". Lomba ini diselenggarakan oleh Galeri Nasional Jakarta. Untuk info lebih lanjut, download poster berikut :

Kamis, 03 April 2014

Menghapus Narkoba

Selamat sore teman-teman di seluruh Indonesia,

Kami (YSRI) ingin berbagi sedikit cerita kepada teman-teman, berupa "catatan kecil Yusuf Susilo Hartono". Selamat membaca..

Ketika Yusuf Susilo Hartono ikut rombongan Yayasan Seni Rupa Indonesia ke Bangkok, Thailand, pada pertengahan 1990-an untuk mengantar para pemenang kompetisi Philip Morris Indonesia Art Awards berlaga dalam kompetisi Philip Morris Asean Art Awards, YSH sempat berkunjung ke Kedutaan Besar RI di Bangkok. Selain untuk menyempatkan diri bertemu dengan Duta Besar disana, YSH juga bertemu Atase Pertahanan dan pejabat-pejabat teras lainnya. Dalam perbincangan waktu itu sempat tercetus nada cemas saat mendengar isu Indonesia bakal dijadikan ajang narkoba oleh kekuatan internasional berjejaring pemain-pemain lokal. Apa tujuannya? Tak lain untuk menghancurkan fisik dan mental generasi muda kita, agar Indonesia kehilangan satu generasi bangsa ini.

Setiba YSH kembali ke tanah air, ucapan Atase Pertahanan itu timbul tenggelam dalam ingatan YSH. Namun setiap kali membaca berita maupun melihat tayangan di TV soal narkoba, pasti teringat kembali ucapan itu. Bahkan semakin kesini, ucapan itu semakin menunjukkan kebenarannya dengan berbanding kondisi yang terjadi di tanah air.

YSH tercenung bahkan miris ! Apalagi ketika beberapa waktu lalu membaca pernyataan Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) di sebuah situs online, bahwa sebanyak 22 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar, meminjam bahasa gaul anak muda jaman sekarang "saya makin galau", ucar YSH. Jumlah 22 persen tersebut menempati urutan kedua di Indonesia, terbanyak setelah pekerja yang menggunakan narkoba.

Berbekal cerita Atase Pertahanan KBRI di Bangkok dahulu, ditambah dengan data yang dilansir oleh pejabat BNN itu, membuat pribadi YSH respect dan selalu mengapresiasi siapapun yang berupaya mengambil langkah-langkah penyadaran dan pencegahan kepada masyarakat, maupun upaya penyelamatan dan rehabilitasi bagi para korban narkoba, serta menghukum sang pelaku dan kaki tangannya dengan hukuman yang setimpal.

Tentu saja apresiasi itu termasuk yang YSH tujukan kepada Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), lewat acara tahunan Kompetisi Nasional Seni Lukis Remaja (KNSLR) yang diselenggarakan pada tahun kemarin. Pilihan tema yang diangkat pun "Keren Tanpa Narkoba" memiliki bobot kesadaran, sekaligus menunjukkan kepedulian YSRI (lembaga seni rupa nirlaba tertua di Indonesia) terhadap masa depan pelajar atau generasi muda Indonesia. Hal ini menyadarkan masyarakat bahwa ruang lingkup seni rupa "peduli" dan ikut berperan dengan masalah-masalah sosial, dengan bermodalkan bahasa gagasan (konsep), teknik, elemen garis, bidang, warna, komposisi, ritme, perspektif, harmoni hingga keindahan.

Kalau kita semua melihat, pandangan dan suara-suara visual imajinatif dari dalam karya peserta, yang kebanyakan dari kalangan pelajar, dapat dikelompokkan menjadi tiga kecenderungan besar.

Kecenderungan pertama, entah mengapa beberapa peserta dari daerah berbeda memiliki bayangan yang sama, bahwa dunia narkoba adalah dunia sebab-akibat. Persepsi seperti itu, menggiring mereka pada pemecahan visual, yang membagi ruang kanvas menjadi dua bagian. Bagian bawah atau samping kiri sebagai dunia sebab, dan bagian atas atau samping kanan sebagai dunia akibat. Tentu saja persepsi seperti ini menjadi menarik, sekaligus menjadi kunci atas pemahaman mereka atas mereka atas tema "Keren Tanpa Narkoba".

Kalau diterjemahkan dengan kata-kata, visualisasi yang diterapkan pada kebanyakan lukisan mereka, berbunyi begini : "Kalau Anda mau menjauhi narkoba itu, maka Anda akan berhasil menjadi juara kehidupan". Untuk menggambarkan keberhasilan tersebut, diantaranya ada yang menggambarkan dengan membawa piala atau medali.

Ada juga yang menggambarkan hal tersebut dengan dua batang pohon yang saling bertarung : yang satu tumbuh ke atas (lambang kebaikan) dengan masing-masing cabang ranting daun seperti berbentuk wajah-wajah. Pohon satunya lagi tumbuh ke arah bawah (lambang keburukan). Nah, pertemuan akar-akar dari kedua pohon ini terdapat rongga bayi, yang mengajak kita untuk berfikir : "Iya ya, bayi-bayi di Indonesia itu sejak lahir telah dijadikan ajang tarik-menarik antara dunia narkoba dan kehidupan positif. Kalau si bayi dalam perkembangannya kemudian mendapat lingkungan (keluarga, sekolah, pergaulan, dll) yang baik, maka ia bisa ikut ramai-ramai menaiki tangga prestasi dalam kehidupan bermasyarakat".

Kecenderungan kedua, adalah subjek dan dunia batin, secara visual menunjukkan pada kita bahwa ketika tubuh ingin diracuni oleh narkoba, tidak selalu seiring dengan suara batin. Ada yang mengidentikkan suara batin adalah suara Tuhan. Dan ada juga yang mengibaratkan suara batin sebagai perumpamaan warna putih bersih. Maka bisa dibayangkan, dalam diri seorang korban narkoba, sesungguhnya telah terjadi pertempuran antara "yang nyata" dan "yang seharusnya", sehingga menimbulkan ketegangan. Pada titik ketegangan inilah, ketika dieksplorasi ke dalam lukisan menjadi monolog yang mencekam.

Kecenderungan ketiga, adalah kecenderungan simbolis. Para pelukis remaja ini, dalam menyuarakan pendapat artistiknya, menggunakan berbagai macam simbol konvensional hingga aktual, sehingga karya mereka bisa cepat ditangkap oleh sesama remaja maupun generasi diatas mereka. Misalnya, untuk menggambarkan bahwa narkoba tidak lepas dari pengaruh global, mereka menggunakan simbol aktual media sosial, diantaranya logo facebook, twitter, you tube, dan lain-lain.

Alhasil, inti dari semua kecenderungan tersebut adalah satu, yaitu keinginan menghapus narkoba ! Sebab di bawah kibaran bendera merah putih dan kepak sayap burung garuda, kalangan remaja Indonesia memang keren tanpa narkoba, dan dapat selalu menghiasi hari-harinya dengan prestasi yang mampu dibanggakan. 

Selamat berkarya !

Selasa, 17 September 2013

DAFTAR FINALIS KOMPETISI NASIONAL SENI LUKIS REMAJA 2013
“KEREN TANPA NARKOBA”
No
Nama
J-Kel
Sekolah
Daerah
1
Aishah Alhady
P
Int'l School
Jakarta
2
Albert Steven Cahyadi
L
Malang
3
Alifa Permata Adiani
P
SMAN 8
Yogyakarta
4
Anastasia Grace Sumartoni
P
SMAN 1
Blora Ja-Teng
5
Audi Asri Digjaya
P
MTsN 3 Medan
Medan
6
Aulia Azziawaty
P
SMAN 3
Yogyakarta
7
Boby Prabowo
L
SMKN 3 / SMSR
Yogyakarta
8
Candrani Yulis Rohmatulloh
P
ISI
Yogyakarta
9
Citi Rahmati Serfiyani
P
SMAN 2
Jember
10
D. Oktananda
P
SMAN 8
Yogyakarta
11
Elan Merdeka
L
SMAN 1
Palu
12
Erythrina Saraswati Chikaruri
P
SMAN 6
Jakarta
13
Imelda Amelia Sari
P
SMA Al-Islah
Cilegon
14
Jonathan
L
Jakarta
15
Klodia Mela Elsa
P
SMAN 1
Yogyakarta
16
Kristian Olista ertivano
L
SMPN 1
Yogyakarta
17
Lail Lafi Iliyun
P
UNS Surabaya
Pasuruan
18
Linda Januarita Astuti
P
SMAN 1
Blora Ja-Teng
19
Mayra Diandra Nabila R
P
SMA Presiden
Bekasi
 20
Mita Dwi Larasati
P
SMA HS Primagama
Yogyakarta
21
Muhtamilatur Rohmah
P
MTsN Bangil
Pasuruan
22
Mukhamad Yunus
L
SMKN 2 
Pasuruan
23
Navida Ima Maisa
P
MAN Bangil
Pasuruan
24
Rangga Anugrah Putra
L
SMKN 3
Yogyakarta
25
Rean Aqila
P
SMAN 8
Yogyakarta
26
Reinaldy Agung Krishna
L
SMKN 2 Depok
Yogyakarta
27
Santi
P
SMPN 1
Yogyakarta
28
Shaima Hanifah
P

Bandung
29
Sherren Natasha Satyakarsa
P
SMP Brighton JHS
Depok
30
Sonya Belinda Suryadi
P

Malang
31
Tabita
P
SMA Methodist
Jakarta
32
Tutimatus Subkhiyah
P
SMKN 1
Pasuruan
33
Violenita Gunawan
P
SMAK Stella Maris
Surabaya
34
Wiby Setya Permana
P
SMAN 8
Yogyakarta
35
Zaky Aulia Rizqi
L
SMAN 81
Jakarta

JADWAL  ACARA KEGIATAN DAN KETENTUAN PESERTA FINALIS
KOMPEISI NASIONAL SENI LUKIS REMAJA 2013
“KEREN TANPA NARKOBA”

Minggu, 27 Oktober 2013 ,
                Pk. 12.00 wib      : Para Peserta berkumpul di Galeri Nasional Indonesia
                                       Jl.Medan Merdeka Timur No.14 Jakarta [Seberang Stasiun Gambir]
                Pk. 12.30 wib      : Registrasi Peserta
                Pk. 14.00 wib      : Melihat Pameran Indonesia Art Award 2013 di Galeri Nasional.
                Pk. 16.00 wib      : Berangkat Ke Penginapan

              Wisma Tanah Air, Departemen Sosial [DepSos]
       Jl. Dewi Sartika, Cawang III, Belakang RS Budi Asih, Jakarta Timur
              Telp. (021) 80883410

                Pk. 17.30 wib      : cek in dan Pembagian kamar peserta.
                Pk. 18.00 wib      : Istirahat
                Pk. 19.00 wib      : Makan Malam
                Pk. 20.00 wib      : acara perkenalan antar peserta
                Pk. 22.00 wib      : Istirahat

                Senin, 28 Oktober 2013
                Pk. 06.00 wib      : Berangkat ke Pasar Seni Ancol  [ sarapan pagi di BUS ]
                Pk. 07.00 wib      : Tiba di pasar Seni Ancol
                Pk. 07.30 wib      : Pembukaan Melukis On The Spot dan melukis On The spot dimulai
                Pk. 13.30 wib      : Selesai Melukis On The Spot, Karya dikumpulkan.
                Pk. 14.00 wib      : Wisata ke DUFAN Ancol
                Pk. 19.00 wib      : Kembali Ke Penginapan
                Pk. 20.30 wib      : Makan Malam
                Pk. 21.30 wib      : Istirahat

                Selasa, 29 Oktober 2013
                Pk. 07.00 wib      : Sarapan Pagi
                Pk. 09.00 wib      : Berangkat ke Plaza Senayan
                Pk. 11.00 wib      : Acara Pengumuman Pemenang dan Pembukaan Pameran
                Pk. 14.00 wib      : Talk Show
                Pk. 16.00 wib      : Acara selesai, para peserta di drop kembali ke Galeri Nasional
                               Indonesia untuk selanjutnya kembali ke daerah masing-masing.


KOMPETISI NASIONAL SENI LUKIS REMAJA 2013
“KEREN TANPA NARKOBA”

Peserta  Finalis :

1.       Mengirim karya asli sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
2.       Mengisi formulir/ surat keterangan dengan benar da jelas dan diserahkan ke panitia.
3.       Mentaati Jadwal acara kegiatan Kompetisi Nasional Seni lukis Remaja 2013.
4.       Membawa sendiri peralatan melukis / membuat karya [ cat, pensil, kuas, palet, dll ].
5.       Membawa baju / kaos berwarna putih sebnyak 2 buah.
6.       Menjaga tata tertib dan kebersihan di tempat acara.


Fasilitas Peserta Finalis :

1.       Mendapatkan 1 buah kanvas/kertas berukuran 80 x 60 cm untuk melukis On The Spot.
2.       Mendapatkan seragam Kompetisi Nasional Seni Lukis Remaja 2013.
3.       Mendapatkan transportasi dan akomodasi penginapan selama berlangsungnya acara KNSLR 2013 di Jakarta.
4.       Mendapatkan makan 3 kali sehari.
5.       Mendapatkan wisata ke DUFAN Ancol Jakarta.


------------------------------0000000000000000----------------------------

YAYASAN SENI RUPA INDONESIA
KOMPETISI NASIONAL SENI LUKIS REMAJA 2013
“KEREN TANPA NARKOBA”

YSRI - Jalan Salak No. 24 Guntur Jakarta Selatan 12980
T.021-8303728 | F.021-83709763 | E. ysri_seni@yahoo.com | E. yayasansenirupa@gmail.com

Alamat penginapan dan tempat acara melukis on the spot
Kompetisi Nasional Seni Lukis Remaja 2013

Galeri Nasional Indonesia
Jl.Merdeka Timur No. 14 Jakarta Pusat [depan stasiun Gambir]

Wisma Tanah Air, Departemen Sosial [DepSos]
Jl. Dewi Sartika, Cawang III, Belakang RS Budi Asih, Jakarta Timur  Telp. (021) 80883410 [u.p. Bapak Dono]

Pasar Seni Ancol
Jl. Pantai Indah Taman Impian Jaya Ancol , Jakarta Utara
























































INDONESIA ART AWARD